Memiliki Kehilangan…

Saat bait-bait doa dipanjatkan, hampir tak ada suara yang bisa kudengar. Pelan-pelan bangkit kemudian lirih memeluk kesendirian seorang wanita yang tertunduk pilu. Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu…sejurus kemudian isak tangis memecah, suaranya parau tapi ia bisa melanjutkan hingga purna. Sebuah kekuatan untuk permohonan bagi anak tercintanya.
Tiga tahun lebih setelah putra bungsunya meninggal, keluarga ini tetap bertahan dalam kekuatan doa yang kukira begitu sakralnya. Ditemani dua anak mereka yang masih hidup Marcel dan Dedek, om Victor dan Bulik Gayatri tetap setia dalam kehidupan rohaninya.
Pernah suatu sore aku bertandang ke sana sekedar menyambangi rumah mungilnya, lalu aku merasa sebuah kehangatan dalam rumah itu. Canda tawa senyum bahagia meliputi keluarga kecil ini. ”Ayo Marcel, Dedek waktunya berdoa kita ke kamar…Mbak Fiska doa sekalian yuk,” kata bulikku itu.
Ya, hampir jam 6 sore. Aku pun turut ke kamar yang memanjang bentuknya, duduk bersila bersama-sama berdoa. Si kecil ada di sampingku…15 menit semuanya terlantun dari bibir orang-orang yang ada di rumah ini.
Orangtua mendoakan anaknya, dan si anak mendoakan bapak-ibunya. Masing-masing punya harapan dan keinginan. Tak lupa semua keluarga kami turut didoakan. Aku hampir menangis, bukan karena sedih tapi lebih kepada haru yang menyelimuti pikiranku.
Bayangan itu kembali hadir saat semalam aku berdoa di tengah peringatan 1.000 hari meninggalnya Ambrosius.
Yach, Ambros meninggal di usianya yang masih sangat muda…9 bulan. Saat dia masih lucu-lucunya dan menjadi kegembiraan bagi setiap orang yang melihat dan menggendongnya. Hanyut dalam kesedihan tentu bukanlah yang Tuhan inginkan sebab sejatinya Tuhan sangat mencintai Ambros sehingga Ia mengambilnya lebih cepat.
Kebahagiaan dan rasa percaya bahwa anak tercintanya sudah berbahagia di atas sana, menjadi sebuah penopang kehidupan imannya.
Kehilangan begitu dalam itu pasti dirasakan…tapi kita bisa memiliki kehilangan sebagai sebuah cobaan yang mendewasakan. Ujian yang Tuhan timpakan bagi kita yang ditinggalkan. Dan nyatanya keluarga kecil itu mampu melaluinya dengan ketabahan luar biasa…
Few months ago with brothers n sisters…right-left: Marcel, Dedek, Me, Neena, Chris, Indri, n Wawan.

~ by modestafiska on July 17, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: