Sensasi ber-airsoft gun

sensasi berairsoft gun di Tinjomoyo

sensasi berairsoft gun di Tinjomoyo

Hutan rimba itu masih menyimpan pesonanya. Meski tak selebat dulu, kawasan Tinjomoyo Semarang yang dulunya bekas kebun binatang masih terlihat hijau dan asri dengan pepohonan menjulang tinggi.

Hari itu, kuputuskan untuk mengamini ajakan teman sekantor ber-airsoft gun- ria. Pengalaman pertama, karena dulu aku cuma sebatas menjajal paintball–pelurunya pakai cat–jadi kalau ketembak pasti ketahuan.

Kalau yang ini, lumayan sakit juga bakal merah-merah kalau kena kulit. Apalagi kalau ditembakkan jarak dekat. Kurang dari dua meter, bisa berdarah-darah. Walaupun sudah pakai pelindung semacam helm, kaos panjang, atau google (kacamata gede)tetap aja sakit.

Tapi harus diakui pengalaman ini sangat mendebarkan, bersembunyi di balik semak atau pohon besar, mengendap-endap di lebatnya perdu hutan sungguh sebuah sensasi yang menaikkan adrenalin di otak.

Rasanya tak kalah dengan arung jeram, meski kalau boleh memilih aku pasti menyukai yang ada hubungannya dengan air. Yaph, kita berjalan nyaris tanpa suara dengan senjata mirip betulan. Imitasi bo…

Tak cuma nyali lewat medan yang lumayan berat, licin, naik turun, dan entah ancaman apalagi. Tapi yang jelas aku berhasil merebut bendera merah dari tiga bendera yang jadi tanggungan kelompokku.

Meski untuk mendapatkannya harus rela berbalut lumpur dan terjangan peluru yang mental sana-sini, pantang menyerah itu jadi kunci. Mau ngglesot, tiarap, merunduk, cara apapun bisa asal jangan kena tembak aja… Tapi kalau sampai dikerubutin semut hitam yang super gatallll, jangan protes ya!!!

charlie angels yang nggak bangetz...waks

charlie angels yang nggak bangetz...waks

Hiks Hiks pengorbananku harus dibayar dengan gatal2 karena semut ada di sekujur badanku. Salahku, ku hanya memakai kaos lengan pendek, tanpa jaket, dan sepatu kanvas yang ternyata licin banget waktu dipake. Berkali ulang kepleset, bahkan yang terakhir lebih parah. Usai merebut bendera aku lari keluar dan hujan bekas semalam masih tercecer di sana.

Para airsofter–sebutan bagi penyuka airsofter gun– tak lantas berhenti. Masih ada dua bendera lagi yang diperebutkan. Pertempuran tak terelakkan, berondongan peluru menghujam ke sana kemari.

Ahhh, kemenangan itu (mungkin) jadi milik kita.. Yang penting bukan siapa yang memang atau yang kalah, sebab sportivitas dan kebersamaan sangat dijunjung tinggi di sini.

Thanks buat teman2 sesama wartawan di Biro Kota. Sering-sering aja bikin acara kaya gini. Juga outbond di Umbul Sidomukti…(kayanya bakal ada yang bersedia jadi EO ya??)

Kita tunggu saja dah…

 

~ by modestafiska on March 9, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: